Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Di
blog ini, saya akan memposting anekdot tentang Pelayanan Publik. Jika ceritanya
kurang atau tidak jelas mohon dimaklum ya kawan :’v
Telepon
Umum
Disaat jam pelajaran berakhir, aku
berjalan sendiri menuju gerbang. Di luar gerbang aku menunggu Ayahku untuk
menjemputku, sambil menunggu aku membeli jajanan. Aku memakan makanan yang
sudah ku beli sambil duduk diluar sekolah.
Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu yang
berdiri disebelahku sambil menekan tombol. Lalu ibu itu pun menghampiri saya
dan bertanya, “Maaf nak, kenapa ini tidak ada gagangnya ya?”. Sambil sedikit
tertawa, aku pun menjawabnya “oh iya bu, telepon itu memang sudah lama tidak
ada gagangnya.”. ibu itu pun bertanya lagi, “kalau begitu kenapa tidak
dihilangkan saja atau dibenarkan, supaya tidak terbengkalai seperti ini.”. Lalu
“entahlah bu, kami sudah tidak menghiraukannya lagi, malah saya dan teman-teman
saya menamakannya dengan ‘Pajangan Umum’. Ibu itu pun memasang muka sedikit
kaget dan tertawa, “hahaha iya benar kamu nak, ibu mengerti kenapa disebut Pajangan
Umum bukan Telepon Umum.”
Setelah itu, ibu itu pun pergi
meninggalkanku dan si Pajangan Umum itu sambil berbicara, “wah ada-ada saja ya
anak sekolah ini, gara-gara kelakuan pemerintah yang mengabaikan pelayanan publik,
anak sekolah pun sampai menamakannya dengan Pajangan..”. Tidak lama ibu itu
pergi, Ayahku pun tiba dan aku langsung menaiki motornya untuk pulang kerumah.
Terimakasih yang sudah membaca, terus Semangat dan Berusaha (:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar